Sejarah Erupsi Gunung Dukono
![]() |
| Foto Erupsi Gunung Dukono 8 Mei 2026 |
Duniatrilogi.com - Sejarah Erupsi Gunung Dukono. Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Gunung ini bertipe kompleks (compound volcano) dengan beberapa kawah, dan aktivitas erupsinya sudah tercatat sejak abad ke-16. Dukono dikenal dengan erupsi eksplosif yang sering menghasilkan kolom abu, dentuman, dan kadang aliran lava sumber: id.wikipedia.org
Erupsi Historis Utama1550 M
Erupsi ini merusak Kota Tolo dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa (jumlah pastinya tidak diketahui). Ini menjadi erupsi paling signifikan secara historis.
1719 (±150 tahun)
Erupsi kecil di lereng timur Tolo. volcanodiscovery.com
1861–1869 dan 1901
Periode Erupsi Berkelanjutan (1933)
Pada 13 Agustus 1933, terjadi letusan hebat dengan pusat di Kawah Malupang-Warirang. Aliran lava mengalir ke arah utara dan merusak banyak wilayah. Sejak saat itu, Dukono terus erupsi secara berkelanjutan hingga sekarang (dengan fluktuasi intensitas), menjadikannya salah satu gunung api dengan periode erupsi terpanjang di Indonesia. volcano.si.edu
Letusan pasca-1933 sering bersifat eksplosif kecil hingga sedang, berupa abu vulkanik, dentuman, dan kadang lontaran material. Beberapa periode peningkatan aktivitas tercatat pada:1941–1942, 1945, 1946, 1952, 1969, 1971, 1991–1995 (termasuk peningkatan signifikan)
Pada era modern
Erupsi biasanya menghasilkan kolom abu setinggi ratusan hingga ribuan meter. Contoh:2–5 Maret 2003 — Letusan abu dengan ketinggian sekitar 200 meter. rmol.id
Aktivitas Terkini (2025–2026)
2025
Gunung Dukono sempat mengalami penurunan aktivitas pada Agustus 2025.
2026
Mulai 30 Maret 2026, aktivitas meningkat drastis dengan 199 kali erupsi hanya dalam waktu singkat (rata-rata puluhan hingga ratusan erupsi per hari). Kolom abu biasanya 50–400 meter, kadang lebih tinggi. cnbcindonesia.com8 Mei 2026 — Erupsi besar dengan kolom abu mencapai ±10.000 meter (10 km) di atas puncak, disertai dentuman kuat. Ini menjadi erupsi yang menewaskan tiga pendaki.
Status gunung saat ini tetap Level II (Waspada) sejak 2008. Radius bahaya biasanya 4 km dari kawah utama (Malupang Warirang).
Karakteristik Umum
Dukono sering disebut "sentra letusan tanpa henti" di Indonesia Timur. Erupsi utamanya berupa erupsi strombolian hingga vulkanian dengan abu, gas, dan kadang lava. Abu vulkanik sering menyebar ke Tobelo dan sekitarnya, sehingga penduduk lokal menyebut musim hujan abu sebagai "Musim Abu". esdm.go.id
Gunung ini dipantau ketat oleh PVMBG karena aktivitasnya yang konstan. Meski demikian, pelanggaran zona terlarang oleh pendaki sering terjadi, terutama untuk konten media sosial.
Sumber utama: PVMBG, Smithsonian Global Volcanism Program, dan catatan historis vulkanologi Indonesia.

Posting Komentar untuk "Sejarah Erupsi Gunung Dukono"
Posting Komentar